Makhluk Hidup dan Lingkungannya

Ciri-ciri Umum Makhluk Hidup

Secara umum, ciri-ciri yang terdapat pada makhluk hidup adalah:
1.Memerlukan makanan
2.Berkembang biak
3.Tumbuh
4.Bernafas
5.Bergerak
6.Menanggapi rangsang
7.Mengeluarkan zat sisa (ekskresi)


Beberapa Hewan dengan Ciri Khusus

Selain ciri umum juga terdapat ciri khusus pada makhluk yang memungkinkan dia menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ciri khusus ini berguna sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup, melindungi diri dari musuh, dan mempertahankan jenis.



Sekarang, mari kita berkenalan dengan beberapa hewan yang memiliki cirii khusus.



Tahukah kamu hewan apakah ini?

Ya, betul! Ini adalah kelelawar. Hewan ini merupakan satu-satunya jenis hewan mamalia (bertulang belakang dan berkembang biak dengan cara beranak) yang dapat terbang dengan menggunakan sayapnya. Kelelawar aktif mencari makan dan terbang hanya pada waktu malam hari dikarenakan kelelawar sangat sensitif terhadap dehidrasi (kekurangan air). Bila siang hari ia tidur dengan bergelantung terbalik. Habitat (tempat tinggalnya) biasanya di gua-gua, alam terbuka, loteng dan langit-langit rumah atau di pepohonan.

Kelelawar

Kelelawar Pertama

Fosil kelelawar pertama yang ditemukan 55 juta tahun yang lalu diberi nama Icaronycteris, hidup di Amerika Utara dan memiliki lebar sayap sepanjang 37 cm. Sayapnya pendek dan lebar.
Radar Kelelawar

Ada beberapa jenis kelelawar yang tidak dapat melihat dengan baik di kegelapan, namun ada pula jenis kelelawar yang matanya cukup tajam. Menurutmu, mengapa kelelawar tidak menabrak benda di depannya ketika terbang di waktu gelap? Itu karena ia mengeluarkan bunyi yang dinamakan "Ultrasonic" yang tidak dapat didengar manusia. Getaran bunyi ini mempunyai frekuensi antara 25.000 - 50.000 Hz. Jika menabrak suatu obyek atau benda, getaran suaranya itu memantul kembali, lalu ditangkap telinganya yang lebar yang berfungsi sebagai radar baginya. Proses ini hanya memakan waktu sepersepuluh detik, cukup bagi kelelawar untuk mengetahui apa yang ada di depannya, kemana arahnya dan berapa kecepatannya. Hidungnya yang berbentuk aneh seperti misalnya kaki kuda, trisula dengan tonjolan, membuatnya dapat mengeluarkan ultrabunyi.
Kelelawar yang jenis makanannya serangga kecil dapat menangkap nyamuk dengan getaran ini. Kemampuannya terganggu jika suasana bising. Dalam suasana bising, kemampuan kelelawar menentukan arah menjadi kacau.


Jenis Kelelawar

Kelelawar memiliki spesies yang banyak, menempati urutan kedua setelah mamalia binatang pengerat. Dari 4.000 spesies mamalia, 1000 diantaranya merupakan spesies kelelawar. Untuk mengelompokkannya, kelelawar dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu diberi nama "Megachiroptera" dan "Microchiroptera". Selain itu dapat dikelompokkan berdasarkan makanan dan kapasitasnya. Kelelawar dengan bentangan sayap 2 meter dan berat mencapai 1,5 Kg dimasukkan dalam kelompok Megachiroptera atau terkenal dengan sebutan "Kalong". Ciri-ciri kalong adalah matanya besar, karena tidak mempunyai sistem ekolokasi. Menemukan makanan (berupa buah-buahan dan bunga-bungaan) dengan mengandalkan penglihatan dan penciuman. Kelelawar yang tinggal di daerah Asia dan Afrika bertubuh kecil, memakan serbuk sari, lebar dua sayapnya 30 cm dengan berat 15 gr. Kelelawar ini termasuk dalam kelompok Microchiroptera dengan sistem ekolokasi yang lebih baik tetapi penglihatannya kurang jelas.
Cara Terbang Kelelawar
Perbedaan nyata antara sayap kelelawar dengan sayap burung adalah pada perluasan tubuhnya yang berdaging dan sayapnya yang tidak berbulu terbuat dari membran elastis tetapi berotot. Sayapnya sering disebut "Patagium" yang , membentang dari tubuhnya sampai jari kaki depan, kaki belakang dan ekornya. Pada kelelawar betina Patagium berfungsi untuk memegang anaknya yang baru dilahirkan dengan posisi kepala di bawah. Selain untuk terbang, sayap kelelawar berfungsi untuk menyelimuti tubuhnya ketika bergelantung terbalik.
Ada dua jenis sayap yang dimiliki kelelawar. Yang pertama adalah sayap kecil, biasanya dimiliki oleh kelelawar yang hidup di alam terbuka yang berguna untuk terbang dengan cepat tanpa rintangan di depannya. Sementara sayap lebar dimiliki kelelawar yang hidup ditempat tertutup, yang terbang pelan di antara cabang pohon.


Nah, setelah kamu mengetahui banyak hal tentang kelelawar, sekarang ayo kita menyimak cerita berikut ini.

Cicak

Hamzah dan Cicak
Hamzah sedang berbaring di kamarnya sambil membaca sebuah buku. Matanya beralih dari buku yang tengah dibacanya, dan ketika ia memperhatikan sekelilingnya, ia melihat seekor cicak yang menempel di dinding dekat langit-langit. Hamzah bangkit dan menaiki kursi belajarnya agar dapat melihat cicak itu lebih dekat. Sang cicak kemudian berbicara kepadanya.

“Salam, teman!” kata cicak dengan suaranya yang kecil.
“Salam,” balas Hamzah, dengan sangat sopan. “Hebat sekali kamu bisa menempel di dinding dan tidak jatuh”.
Cicak tersenyum dan menunjukkan sebelah kakinya. ”Ya, tentu saja karena di kakiku ada kekuatan perekat yang ditimbulkan tenaga Van der Waals”.
” Apakah itu?”, tanya Hamzah dengan penuh minat meneliti telapak kaki cicak yang mungil itu.
Cicak tersenyum, ”Di telapak kakiku ada sekitar 500 ribu bulu halus yang kuat. Bulu halus ini mengandung senyawa keratin yang juga terkandung pada rambut manusia. Bulu halus pada telapak kakiku ini panjangnya bervariasi, antara 30 dan 130 mikrometer. Tebalnya pun hanya sepersepuluh tebal rambut manusia.Ujung bulu halus ini masih terbagi lagi menjadi beberapa bagian yang berbentuk mirip dengan sendok teh”.


Image:Kaki_cicak.png
Hasan mengangguk-angguk. Cicak kembali melanjutkan penjelasannya. ”Kekuatan pelekat yang ditimbulkan daya Van der Waals bulu halus ini sangat menakjubkan. Satu bulu halus tadi bisa memiliki kekuatan pelekat yang sangat besar (10 atm). Jadi aku bisa menempel di dinding dengan kuat, dan bergerak dengan cepat ketika ada makanan yang harus aku dapatkan”.  ”Lalu bagaimana kamu mendapatkan makanan?”, tanya Hamzah lagi. Cicak menjulurkan lidahnya. ”Lihat lidahku yang panjang ini! Lidah ini memudahkan aku untuk mendapatkan serangga yang sedang terbang”.

Hamzah berdecak kagum. ”Wah, lidah yang hebat!”. Hamzah menunjuk ekor cicak yang putus. ”Aku lihat ekormu putus, teman. Kenapa bisa seperti itu? Apakah engkau terjepit pintu?”

Cicak tersenyum, ”Tidak, aku sengaja memutuskannya karena kemarin sore ada anak yang hendak menangkapku ketika aku jalan-jalan ke lantai di dapur. Aku pikir dia mengancamku, jadi aku putuskan saja ekorku sehingga anak itu memperhatikan ekorku yang putus, sehingga aku bisa pergi menyelamatkan diri”.
Kening Hamzah berkerut. ”Ouch! Pasti sakit sekali rasanya”.
”Sakit memang, tapi tidak akan lama dan kemudian ekorku juga tumbuh kembali”, jawab cicak.
Hamzah berdecak kagum dan mengangguk-anggukkan kepalanya. ”Allah memang Maha Kuasa, ia menciptakanmu dan semua makhluk dengan sangat sempurna. Terima kasih, aku belajar banyak hari ini. Semoga harimu menyenangkan!”.
Hamzah melambai pada cicak dan turun dari kursi. Ia tersenyum dengan sangat manis dan hatinya bertasbih penuh syukur.



Waah, asyik ya mengetahui tentang cicak. Bagaimana kalau sekarang kita tebak-tebakan?Hewan apa yang panjang, kulitnya bercorak dan berwarna, giginya tajam-tajam dan mempunyai bisa?

Ular

Yak, tepat sekali! Ular. Image:Ular_1.png
Seperti yang kita tahu, semua jenis ular adalah karnivora (pemakan daging), dan tidak pernah mengunyah atau mencabik-cabik makanannya seperti kita. Mangsa yang didapat langsung ditelan secara utuh. Kok bisa ya? Ya, karena susunan rahangnya melekat secara longgar dengan susunan tulang pada rangka kepala. Susunan rahang yang seperti ini memungkinkan ular menelan mangsa yang lebih besar dari dirinya sendiri. Selain itu ular juga memiliki cairan pencerna yang mampu menghancurkan makanan. Pada beberapa jenis ular, ada yang membelit mangsanya dengan kuat sehingga mangsanya kehabisan nafas, dan dengan mudah sang ular dapat memakannya.
Image:Ular_2.png
Image:Ular_2.png

Bebek

Image:Ordek_7.gif


Apakah teman-teman mengenal Donal Bebek dan keluarganya? Lucu dan menggemaskan ya mereka. Nah sekarang, melalui cerita ini, kita akan berkenalan dengan bebek dan mengetahui berbagai kelebihannya.

Raihana dan Bebek
Raihana ingin sekali mengunjungi kebun binatang. Keinginannya tercapai ketika pada suatu hari ibu mengajak Raihana ke kebun binatang di kotanya. Disini, Raihana dapat secara langsung menyaksikan binatang-binatang yang dilihatnya di buku-buku, majalah dan di televisi, dalam kehidupan nyata. Perjalanan itu panjang, namun menyenangkan. Di jalan, ibunya menjelaskan pada Raihana tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta, dan memberikan contoh-contoh dari Kitab Suci.

Akhirnya mereka tiba di kebun binatang. Mata Raihana melebar saking takjubnya. Tak pernah ia melihat begitu banyak binatang yang berbeda, bersama-sama di sebuah tempat. Ketika mereka sampai di kawasan unggas, Raihana meninggalkan ibunya dan pergi ke kandang bebek. “Unggas yang indah sekali,” katanya tentang salah satu di antara mereka. “Terima kasih,” sebuah suara menjawab. Raihana memperhatikan sekelilingnya, namun tak seorangpun ada di sana. Kemudian, ia baru menyadari bahwa bebek yang tengah diamatinya itulah yang berbicara padanya.
Image:Bebek_1.png
“Halo,” kata bebek. “Terimakasih atas pujianmu. Selain punya penampilan yang tampan, aku juga memiliki ciri-ciri lain yang menarik. Tahukah kamu hal itu?”
Raihana menjawab dengan penuh minat “Tidak, tapi aku betul-betul ingin kamu memberitahukan itu padaku.”
Bebek itu bertengger di sebuah cabang yang nyaman dan memulainya. “Tahukah kamu kalau kami bisa terbang sangat cepat? Ketika terbang, kami dapat bepergian dengan kecepatan lebih dari 30 mil (50 kilometer) per jam. Lebih dari itu, kami secara berkesinambungan mengganti arah untuk mencegah tertangkap oleh hewan pemangsa. Ketika kami perlu menyelam di bawah permukaan air, kami melakukannya sangat cepat hingga sulit menjadi sasaran para pemburu.”

0 komentar:

Poskan Komentar